Santa Katarina dari
Alexandria
Santa Katarina dari
Alexandria, menurut tradisi adalah seorang perawan yang menjadi martir pada
awal abad ke-4 pada masa penganiayaan kaisar Maxentius. Dia adalah seorang
putri bangsawan yang sangat terpelajar dan menjadi Kristen pada usia sekitar
empat belas Tahun. Lebih dari 1.100 tahun setelah kemartirannya, Santa
Joan of Arc mengidentifikasi Santa Katarina sebagai salah satu dari para suci
yang menampakkan diri dan menasihati dia. Gereja Katolik Ortodoks
menghormati Santa Katarina sebagai Martyr besar, dan merayakan hari
pestanya pada tanggal 24 atau 25 November (tergantung pada tradisi lokal masing-masing
Metropolis Orthodox). St.Katarina baru
berusia delapan belas tahun ketika Kaisar Maxentius mulai melakukan
penganiayaan terhadap umat Kristen. Tanpa gentar sedikit pun, gadis Kristen
yang cantik ini menghadap raja untuk mengatakan pendapatnya tentang perbuatan
raja yang kejam. Ketika raja berbicara tentang berhala-berhala, Katarina dengan
gamblang menunjukkan kepadanya bahwa berhala-berhala itu adalah bohong. Kaisar
Maxentius tidak dapat membantah penjelasan Katarina. Oleh karenanya, ia
memerintahkan agar dipanggil lima puluh orang ahli fisafat kafir yang terbaik.
Sekali lagi, Katarinalah yang berhasil membuktikan kebenaran imannya.
Kelimapuluh ahli filsafat itu menjadi yakin bahwa Katarina benar. Karena
amat murka, Maxentius membunuh semua ahli filsafat itu.
Kemudian, raja yang
sebenarnya juga terpesona dengan kecantikan putri kristen itu membujuknya
dengan menjanjikan mahkota ratu baginya. Khaterina dengan tegas menolak
dengan menyatakan bahwa suaminya adalah Yesus Kristus, kepada siapa ia
mempersembahkan kesuciannya. Penolakan Khaterina ini membuat Kaisar murka.
Ia memerintahkan agar Katarina dicambuk dan dipenjara.
Selama dalam penjara
banyak orang datang untuk melihatnya, termasuk istri Maxentius, seorang pejabat
istana dan dua ratus pasukan pengawal. Pada awalnya mereka hanya
penasaran dan ingin mendengar gadis Kristen yang menakjubkan ini berbicara.
Namun setelah bertemu dengan Katarina mereka semua bertobat. Semua
menjadi Kristen dan kemudian martir.Katarina sendiri
dihukum mati dengan cara digilas pada roda berduri besar hingga tewas. Ketika
roda mulai berputar, secara misterius roda berduri itu terbelah menjadi dua dan
hancur berantakan. Pada akhirnya, St. Katarina menemui ajalnya dengan
dipenggal kepalanya. Pada masyarakat
Kristen perdana di Timur Tengah terdapat "mitos" yang mengatakan
bahwa setelah kematiannya para malaikat kemudian membawa jenazah St.Katarina ke
puncak Gunung Sinai, di mana, di abad ke-6, Timur Kaisar Yustinus kemudian
mendirikan sebuah biara yang indah yang sampai saat ini disebut Biara Santa
Katarina, Gunung Sinai. Gereja utama Biara ini
dibangun antara tahun 548 dan tahun 565, dan biara ini menjadi situs ziarah
terutama bagi pemeluk Kristen Timur dan Barat. Biara Santa Katarina
dapat bertahan sampai hari ini, dan merupakan warisan seni dan arsitektur dari
kebudayaan Kristen perdana

Tidak ada komentar:
Posting Komentar